Skip to main content

Penganugerahan Guru Terbaik LP3i

Ide-ide besar selalu berawal dari hal-hal kecil. Ini saya buktikan setelah saya berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Guru Terbaik pada ajang LP3i Award tahun 2014. Saya mengntegrasikan entreprenaur ke dalam pembelajaran biologi. Hal ini membuktikan bahwa wirausaha bisa dilakukan oleh setiap guru dari berbagai disiplin ilmu. Naskah yang mengantarkan saya menjadi Guru Terbaik pada ajang LP3i Award bisa dibaca di sini.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Naskah Juara LP3i Hadiah Umrah Tahun 2014

PENDIDIKAN ENTREPRENEUR “Suatu Alternatif Menggagas Paradigma Baru Membangun Sistem Pendidikan dan Konsep Pemikiran Pengentasan Pengangguran di Indonesia” Oleh: Ruswanto, S.Pd Seandainya temanku membaca tulisan ini, kuharap tidak mencela. Sebagaimana teman yang masih ingin terus menghantarkan anak negeri meraih berjuta prestasi.Aku memainkan kayboard ini dengan gemetar. Coba bayangkan konsep pemikiran inovatif “ MEMBANGUN SISTEM PENDIDIKAN & KONSEP PEMIKIRAN PENGENTASAN PENGANGGURAN” ini akan dijadikan penilaian atas usaha saya selama 14 tahun menjadi guru. Ikutilah perjalanan tulisan ini dengan tekun tanpa mengedipkan mata!

Menjadi Guru yang Dirindukan Anak-anak

“Dipundakmu anak negeri bertumpu” tidaklah berlebihan, jika kalimat ini sebagai pembuka dalam makalah ini. Sebab, dari sosok seorang gurulah peserta didik membayangkan masa depannya, mencanangkan sebuah impian hidupnya, dan melihat jauh ke angkasa, terbang setinggi langit laksana anak panah yang lepas dari busurnya. Masa depan bangsa ini ditentukan oleh kader-kader muda bangsa, sedangkan penanggung jawab utama masa depan mereka berada di pundak guru. Sebab guru yang langsung berinteraksi dengan peserta didik dalam membentuk kepribadian, memberikan pemahaman, mengembangkan imajinasi dan cita-cita, membangkitkan semangat dan menggerakan kekuatan mereka.

Rangkul Nak I JUARA Kompetisi Video KemenKominfo SMAN 1 Purbalingga

Ilmu akan memberimu kecerdasan, tapi akhlak akan memberimu kehormatan. Di sekolah lah sejatinya kedua hal ini bisa kita dapatkan. Kita tercipta dari satu esensi. Ketika satu organ tubuhmu sakit, maka organ lain ikut merasakan pedihnya. Begitupun dalam hidup, jika kita acuh terhadap penderitaan orang lain, maka kita belum layak disebut manusia.  "Anak-anakku, bertemanlah dengan siapapun, jabat tangan mereka dengan hangat, berikan senyuman terbaikmu, dan RANGKUL-lah pundak mereka.”