Skip to main content

Menjadi Guru yang Dirindukan Anak-anak

“Dipundakmu anak negeri bertumpu” tidaklah berlebihan, jika kalimat ini sebagai pembuka dalam makalah ini. Sebab, dari sosok seorang gurulah peserta didik membayangkan masa depannya, mencanangkan sebuah impian hidupnya, dan melihat jauh ke angkasa, terbang setinggi langit laksana anak panah yang lepas dari busurnya.

Masa depan bangsa ini ditentukan oleh kader-kader muda bangsa, sedangkan penanggung jawab utama masa depan mereka berada di pundak guru. Sebab guru yang langsung berinteraksi dengan peserta didik dalam membentuk kepribadian, memberikan pemahaman, mengembangkan imajinasi dan cita-cita, membangkitkan semangat dan menggerakan kekuatan mereka.

Menjadi guru yang dirindu adalah sebuah tuntutan yang tak bisa dielakan. Berikut ada beberapa tips yang harus dilakukan oleh guru untuk menjadi guru yang dirindukan oleh anak-anak:

1. Menguasai materi secara mendalam. 
Menguasai materi pelajaran adalah syarat mutlak yang harus di miliki oleh semua guru. Seorang guru harus mengajar materi sesuai dengan keahliannya. Bila guru tidak memiliki bidang sesuai keahliannya maka peserta didik bisa menjadi korban. Efeknya tidak akan dipercaya. Guru seperti ini, kehadirannya tidak akan ditunggu oleh peserta didiknya.
Ingat..! Saat ini tantangan dunia global semakin dinamis, kompetitif dan akseleratif menuntut guru menyesuaikan diri dengan pembaharuan-pembaharuan yang ada, meningkatkan pendalaman materi dan mampu membuat teori-teori baru yang progresif.

2. Mempunyai wawasan luas
Seorang guru harus mengikuti perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang terjadi di belahan dunia, sehingga cakrawala pemikirannya menjadi luas, mendunia dan “up to date”. Selalu ada hal baru yang disampaikan seorang guru akan menjadi salah satu daya tarik murid yang bisa menggugah semangatnya mengikuti pelajaran.

3.Dialogis
Tugas seorang guru tidak hanya mengajar, tapi juga menggali potensi terbesar anak didiknya. Tugas ini sulit terlaksana kalau dalam mengajar seorang guru hanya mengandalkan metode ceramah, tanpa ada ruang dialog. Metode dialog hendaknya interaktif yang melibatkan dua atau tiga arah, misalnya murid bertanya, guru menanggapi, lalu ditanggapi lagi oleh siswa lain. Ingat..!!! Dalam dialog interaktif guru tidak boleh merasa paling benar, pintar, dan paling tahu segala masalah. Ada kalanya pujian yang tulus harus sering di sampaikan ketika siswa dapat menjawab dengan benar. Dengan demikian peserta didik akan merasa bangga dan selalu belajar untuk  dengan giat.

4. Komunikatif
Seorang guru penting berkomunikasi dengan anak didiknya, seperti menyapa mereka dan menanyakan bagaimana kondisinya. Guru yang suka menyapa dan memperhatikan kondisi muridnya lebih diterima anak didiknya. Ketika guru bertanya kepada anak didiknya, mereka merasa diperhatikan sehingga guru dianggap bagian darinya. Komunikasi guru tersebut sangat penting sebagai pendekatan psikologis kepada anak didiknya. Aspek penerimaan seorang guru menjadi faktor penting bagi peserta didik untuk mengharapkan kehadirannya di ruang kelas.

5. Mengkombinasikan antara teori dan praktik. 
Bila dalam pembelajaran anak didik hanya dijejali dengan teori tanpa ada praktik, maka mereka akan mudah jenuh. Praktik sangat diperlukan sebagai media menurunkan, mengendapkan, dan melekatkan pemahaman materi pada otak anak didik. Praktik bisa berupa turun langsung ke lapangan atau ke laboratorium. Dengan praktik, ilmu dapat berkembang dengan pesat dan anak didik terlatih untuk menerapkan ilmu yang dipelajari. Praktik menjadi suatu keharusan pada semua materi, khususnya materi yang membutuhkan aplikasi sehari-hari. Ingat...!! Terlalu sering praktik dapat juga membuat kejenuhan peserta didik. Untuk itu “balance” antara teori dan praktik merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh guru dalam menyampaikan materi.

6. Bertahap
Seorang guru harus menyampaikan materi pelajaran secara urut, tidak meloncat-loncat. Ketika mengajar, guru harus arif dan bijaksana. Jangan memberikan semua pengalaman dan ilmu kepada peserta didik dalam satu kesempatan. Namun guru harus memberikan pengalaman dan ilmu sedikit demi sedikit agar siswa bisa menerimanya dengan baik. Sebab jika diberikan sekaligus akan mudah hilang.

7. Mempunyai variasi pendekatan
Dalam proses belajar-mengajar, seorang guru harus mempelajari banyak pendekatan, metode, dan model pengajaran. Dengan menguasai pendekatan, metode, model, pengajaran yang banyak, proses belajar-mengajar dapat berjalan secara variatif, tidak monoton dan selalu segar. Seorang guru bisa menggunakan beberapa pendekatan dalam proses belajar-mengajar yaitu, ceramah, dialog interaktif, micro teaching, klub diskusi, small groups, dan menggolongkan murid. Bila seorang guru hanya fanatik pada satu pendekatan saja, maka siswa akan merasa bosan dan lelah. Para siswa akan menganggap pembelajaran berlangsung secara monoton, tidak menarik, dan selalu membebani pemikiran, sehingga mereka tidak konsentrasi terhadap materi yang disampaikan.

8. Tidak memalingkan materi pelajaran
Dalam mengajar, seorang guru harus berkonsentrasi penuh pada satu arah, satu target, dan satu tujuan yang dicanangkan, sehingga hasilnya bisa maksimal. Untuk itu, guru harus membuat rencana pembelajaran, target pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Selain itu, guru juga perlu memiliki catatan pribadi yang memuat materi yang telah disampaikan, pertanyaan-pertanyaan siswa yang belum terjawab, dan hal-hal lain yang menyangkut materi pelajaran yang disampaikan.

9. Tidak terlalu menekan dan memaksa
Seorang guru harus berusaha untuk mengajar secara alami, tidak terlalu menekan dan memaksa siswa. Sebab bila guru memaksa dan menekan siswa, efeknya tidak positif bagi perkembangan psikologisnya. Seorang guru harus bisa menyelami psikologis anak didik, memberikan materi secara mengalir sesuai falsafah air yang mengalir secara pelan, mampu menerobos hal-hal sulit dan merobohkan hal-hal besar dengan ketekunan, kerajinan dan kesungguhan. Bila ada tekanan dan paksaan maka kegiatan belajar-mengajar tidak bisa berjalan menyenangkan. Idealisme seorang guru harus ditunjang dengan kearifan, kebijaksanaan, dan kecerdasan dalam membangkitkan semangat belajar siswa. Guru harus bisa merekayasa suasana, sehingga secara tidak terasa anak didik yang justru berinisiatif meminta guru menambah dan melanjutkan pelajaran. Disinilah letak kesuksesan guru, inisiatif datang dari siswa, bukan dari guru.

10.   Humoris tapi serius
Salah satu ciri guru yang ingin dirindukan anak-anak  adalah berwatak dinamis, kompetitif, tapi juga humoris. Di tengah kepenatan pikiran, keletihan fisik, dan kebosanan berpikir, humor sangat diperlukan. Dengan selera humor yang tinggi, seorang guru bisa memecah suasana yang menjenuhkan, menghilangkan kepenatan dan menyegarkan pikiran siswa. Setelah kepenatan dan keletihan siswa hilang, guru bisa memulai pelajaran. Namun humor tidak boleh berlebihan apalagi sampai mengganggu konsentrasi lingkungan belajar. Humor ini bukan tujuan tapi sekedar alat untuk menyegarkan pikiran dan menghilangkan kepenatan berpikir. Seorang guru bisa memberikan humor-humor yang mendidik yang bisa menggugah semangat belajar, memberikan motivasi dan inspirasi para siswa agar memiliki cita-cita yang tinggi.

Sepuluh indikator merupakan gambaran menjadi kriteria guru yang ingin  dirindukan kehadirannya di kelas. Dengan semangat menggelora selalu mendambakan gurunya hadir di tengah-tengahnya untuk mendampingi berkompetisi terbuka di era global saat ini dan yang akan datang.

Tidak ada waktu yang lebih baik selain memulai hidup yang baik dengan menerapkan pembelajaran yang unggul, kreatif dan innovative, hingga menjadi guru yang dirindukan oleh anak-anak.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Naskah Juara LP3i Hadiah Umrah Tahun 2014

PENDIDIKAN ENTREPRENEUR “Suatu Alternatif Menggagas Paradigma Baru Membangun Sistem Pendidikan dan Konsep Pemikiran Pengentasan Pengangguran di Indonesia” Oleh: Ruswanto, S.Pd Seandainya temanku membaca tulisan ini, kuharap tidak mencela. Sebagaimana teman yang masih ingin terus menghantarkan anak negeri meraih berjuta prestasi.Aku memainkan kayboard ini dengan gemetar. Coba bayangkan konsep pemikiran inovatif “ MEMBANGUN SISTEM PENDIDIKAN & KONSEP PEMIKIRAN PENGENTASAN PENGANGGURAN” ini akan dijadikan penilaian atas usaha saya selama 14 tahun menjadi guru. Ikutilah perjalanan tulisan ini dengan tekun tanpa mengedipkan mata!

NGAPUSI Juara 1 Lomba Vlog ANTI Korupsi 2019 SMAN 1 Purbalingga

Pak Ganjar dengan Sumpah Keramatnya “Nek Aku Korupsi ora Slamet”, menginspirasi kami untuk membuat sebuah mantra: “Nek Kowe ngapus-ngapus Ujianmu Ora Lulus”. Mantra tersebut tidak bermaksud menjadi doa, melainkan sebagai kontrol supaya kami dan teman-teman lainnya tidak melakukan kebohongan. Terlihat jelas, kekuatan mantra itu mampu meredam dan menghentikan langkah kami yang sudah melakukan kebohongan. Film dengan durasi 3 menit ini, membawa harapan besar kepada generasi milenial untuk selalu menjaga integritas, dengan selalu waspada di setiap langkahnya supaya tidak berbohong. Karena "ngapusi"itu contoh bentuk dari korupsi.

Rangkul Nak I JUARA Kompetisi Video KemenKominfo SMAN 1 Purbalingga

Ilmu akan memberimu kecerdasan, tapi akhlak akan memberimu kehormatan. Di sekolah lah sejatinya kedua hal ini bisa kita dapatkan. Kita tercipta dari satu esensi. Ketika satu organ tubuhmu sakit, maka organ lain ikut merasakan pedihnya. Begitupun dalam hidup, jika kita acuh terhadap penderitaan orang lain, maka kita belum layak disebut manusia.  "Anak-anakku, bertemanlah dengan siapapun, jabat tangan mereka dengan hangat, berikan senyuman terbaikmu, dan RANGKUL-lah pundak mereka.”