Skip to main content

Mengapa Saya Layak sebagai Guru Berprestasi

Waktu pertama kali menulis deskripsi diri pada lembaran ini, tak pernah terpikirkan bahwa saya akan berada di satu titik, menengok ke belakang dan melihat sebuah perjalanan. Seperti yang sekarang saya lakukan.  Perjalanan itu berawal dari sebuah tulisan yang saya pampang di sini sudah tiga belas tahun yang lalu. Tulisan yang bersumber dari sebuah rahasia yang saya simpan rapi-rapi.

Paragraf-paragraf singkat yang mewakili perasaan yang berdiam di hati saya selama 13 tahun hidup menjadi guru. Setiap bulan, setiap minggu, bahkan setiap hari saya selalu meluangkan waktu sekedar untuk membuat satu paragraf singkat yang menyangkut jalan hidup sebagai pembelajaran untuk selalu berintropeksi dan terus berintropeksi sebagai guru.

Menulis deskripsi diri ini, mengantarkan saya pada fragmen perjalanan dari tahun ke tahun. Sebuah pembelajaran yang sangat berarti untuk saya.  Tulisan dan karya-karyasaya itu ibarat sebuah cermin besar. Jelas ada saya di situ, ada sahabat, kawan, sedulur lanang, sedulur wadhon ada dalam setiap lembar catatan saya. Tulisan-tulisan ini menggambarkan sebuah perjalanan. Sebuah proses yang berujung pada sebuah pemahaman baru. Dan saya sampai ke titik yang sekarang. Mengikuti Lomba Guru Berprestasi tahun 2012. Tapi setelah saya ketahui tema yang dipinta niatsaya sedikit surut. Terlalu jauh dari kemampuan yang kumiliki. Saya tak berani melangkah. Saya berpikir “Apakah Saya sudah layak menjadi Guru Berprestasi?” Dan, “Bukankan Saya masih sangat hijau untuk berdiri pada deretan layak sebagai guru berprestasi?”

Lama Saya berfikir, keraguan demi keraguan merambat dalam jiwa dan kata hati. Namun, perasaan itu segera menguap ketika suara hati saya meluap-luap untuk mengikuti lomba ini. “Hai, anakmuda!” jika ingin maju janganlah sekali-kali takut melangkah. Setiap langkah yang kaugerakkan pasti ada hikmahnya.Soal berhasil atau tidak serahkan padaNya. Bukankah kemauan dan usaha yang sungguh-sungguh merupakan jalan untuk tiba di gerbang kesuksesan? Cobalah melangkah, cobalah… dan cobalah.

Saya mulai tenang dan mantap, segera Saya melangkah. Dorongan, juga saya peroleh manakala saya konsultasi dengan kepala sekolah saya  “Untuk mencapai kesuksesan tidak ada soal ragu-ragu!” katanya.Dengan langkah mantap Saya segera menyusun portipolio dan membuat deskripsi diri “Mengapa Saya Layak sebagai Guru Berprestasi”. Saya buat kerangka isi, dari situ baru Saya dapat kembangkan ide-ide dalam kalimat.

Dalam tulisan ini akan saya ceritakan beberapa hal  tentang prestasi saya selama menjadi guru, pengalaman-pengalaman terbaik (best practices), pengembangan profesi dan prestasi dalam keluarga dan masyarakat serta harapan dan rencana kegiatan masa datang. Bukan berniat menyombongkan diri atau narsis, tapi demi tuntutan persyaratan dalam melaksanakan  tugas dinas untuk memenuhi persyaratan mengikuti seleksi Guru Berprestasi Tahun 2012 maka  hal ini harus saya sampaikan.

Dewan Juri Guru Prestasi yang terhormat,...
Seandainya dewan juri membaca motivasi yang mendasari Saya mengikuti seleksi Guru Berprestas iini,  saya harap tidak mencela. Saya memainkan kayboard ini dengan gemetar. Coba bayangkan, visi dan misi ini akan dijadikan penilaian terakhir atas usaha Saya selama 13 tahun menjadi guru. Ikutilah tulisan deskripsi diri ini dengan tekun tanpa mengedipkan mata!

Visi yang saya pegang teguh dalam hidup dan kehidupan sebagai guru SMA adalah “Menjadi Diri Sendiri Untuk Menjadi Yang Terbaik”. Menjadi diri sendiri artinya Saya akan menjadi seperti yang Saya inginkan, tidak sama dengan seseorang atau mirip seseorang. Banyak tokoh panutan dalam hidup Saya, tetapi Saya tidak ingin menjadi seperti tokoh-tokoh panutan Saya tersebut, Saya hanya mengadopsi hal-hal yang Saya pikir positif dan sesuai dengan karakter Saya. Dengan demikian, Saya berharap  bisa menjadi yang terbaik.

Lalu ... Apa misi hidup untuk mencapai visi tersebut adalah :
“Melakukan Yang Terbaik Untuk Menjadi Yang Terbaik  Selalu Dimulai dari Diri Sendiri”.Langkah-langkan untuk mewujudkannya antara lain melakukan menjadi manusia diatas rata - rata untuk selalu unggul dan luar biasa.Tidak perlu untuk merubah orang lain, tapi harus mulai merubah diri untuk lebih baik dan menjadi yang terbaik.Tidak ada waktu bagi untuk berhenti belajar dan berintrospeksi diri.Berubah dan berubahlah. Tidak takut berubah untuk kehidupan yang lebih baik, walau itu mengandung resiko.Menyadari kesalahan dan mau memperbaiki, itulah kebijaksanaan.

Comments

  1. Benar Pak, guru memang mesti rajin menulis. Tulisan apa pun. Alhamdulillah sekarang sudah ada wadahnya.. Selamat.. Semoga tulisan2 dan pengalaman panjenengan bermanfaat bagi sesama guru di Indonesia. Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 bu, sekarang dunia tak ada batas. Media chatt, e-mail, blog merupakan mitra strategis untuk menjadi kita lebih maju, dan berkreatifitas.

      Delete
  2. Anda memang sangat"sekali"layak menjadi yang terbaik....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Naskah Juara LP3i Hadiah Umrah Tahun 2014

PENDIDIKAN ENTREPRENEUR “Suatu Alternatif Menggagas Paradigma Baru Membangun Sistem Pendidikan dan Konsep Pemikiran Pengentasan Pengangguran di Indonesia” Oleh: Ruswanto, S.Pd Seandainya temanku membaca tulisan ini, kuharap tidak mencela. Sebagaimana teman yang masih ingin terus menghantarkan anak negeri meraih berjuta prestasi.Aku memainkan kayboard ini dengan gemetar. Coba bayangkan konsep pemikiran inovatif “ MEMBANGUN SISTEM PENDIDIKAN & KONSEP PEMIKIRAN PENGENTASAN PENGANGGURAN” ini akan dijadikan penilaian atas usaha saya selama 14 tahun menjadi guru. Ikutilah perjalanan tulisan ini dengan tekun tanpa mengedipkan mata!

NGAPUSI Juara 1 Lomba Vlog ANTI Korupsi 2019 SMAN 1 Purbalingga

Pak Ganjar dengan Sumpah Keramatnya “Nek Aku Korupsi ora Slamet”, menginspirasi kami untuk membuat sebuah mantra: “Nek Kowe ngapus-ngapus Ujianmu Ora Lulus”. Mantra tersebut tidak bermaksud menjadi doa, melainkan sebagai kontrol supaya kami dan teman-teman lainnya tidak melakukan kebohongan. Terlihat jelas, kekuatan mantra itu mampu meredam dan menghentikan langkah kami yang sudah melakukan kebohongan. Film dengan durasi 3 menit ini, membawa harapan besar kepada generasi milenial untuk selalu menjaga integritas, dengan selalu waspada di setiap langkahnya supaya tidak berbohong. Karena "ngapusi"itu contoh bentuk dari korupsi.

Rangkul Nak I JUARA Kompetisi Video KemenKominfo SMAN 1 Purbalingga

Ilmu akan memberimu kecerdasan, tapi akhlak akan memberimu kehormatan. Di sekolah lah sejatinya kedua hal ini bisa kita dapatkan. Kita tercipta dari satu esensi. Ketika satu organ tubuhmu sakit, maka organ lain ikut merasakan pedihnya. Begitupun dalam hidup, jika kita acuh terhadap penderitaan orang lain, maka kita belum layak disebut manusia.  "Anak-anakku, bertemanlah dengan siapapun, jabat tangan mereka dengan hangat, berikan senyuman terbaikmu, dan RANGKUL-lah pundak mereka.”